clicksor

Clicksor

Saturday, January 8, 2011

NEGARA MAJU

Download Disini : http://www.ziddu.com/download/13303293/handoutmajuberkembang.doc.html


GEOGRAFI REGIONAL
NEGARA MAJU

BAB IV
POLA WILAYAH NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG


KOMPETENSI DASAR
1.4 Kemampuan menggeneralisasi pengembangan wilayah di negara maju dan negara berkembang

INDIKATOR
• Mengidentifikasi indikator negara maju dan negara berkembang
• Memberi contoh beberapa negara maju dan negara berkembang beserta alasannya
• Membandingkan model pengembangan wilayah di negara maju dan negara berkembang
• Menjelaskan usaha-usaha pengembangan wilayah di Indonesia

PENGANTAR
Keberhasilan pembangunan disuatu negara berbeda-beda, dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah faktor geografis seperti letak, model kebijakan pembangunan, bentuk negara kepulauan atau bukan, politik, sosial budaya dan hubungannya dengan negara lain dan sebagainya.








Gambar 04.01 Peta pesebaran Negara maju di dunia


Keberhasilan negara maju dalam pembangunan disebabkan start awal pembangunan lebih dahulu daripada negara berkembang. Sebagai contoh Amerika Serikat mencapai kondisi maju setelah mulai pembangunan lebih dari 230 tahun, sedang negara berkembang rata-rata baru 60 tahun membangun. Hal ini dengan asumsi kemerdekaan sebagai titik awal pembangunan. Meskipun demikian ada beberapa negara berkembang yang sekarang telah berhasil menjadi negara maju seperti Jepang dan Singapura.
Dengan mengetahui model atau kebijakan suatu negara kita dapat mengambil contoh atau pengalaman negara lain. Yang perlu diingat bahwa model kebijakan yang berhasil diterapkan di suatu negara, belum tentu cocok/sesuai untuk negara lain. Hal ini disebabkan perbedaan faktor sosial budaya, geografis, demografis dan lain-lain.

A.INIDKATOR NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
1. Indikator Ekonomi
Indikator ekonomi yang paling sering digunakan adalah GNP (Gross National Product) per kapita. GNP per kapita adalah produk nasional bruto dibagi jumlah penduduk. Karena mayoritas negara berkembang jumlah penduduknya besar maka GNP per kapita menjadi rendah.
Berdasarkan GNP, negara di dunia dikelompokkan dalam 4 kelompok
a) Negara berpengahasilan rendah (low income economies). Negara ini dengan GNP kurang dari US $ 695 pada thun 1993
b) Negara berpenghasilan menengah (midle income economies).Negara-negara dengan GNP antara US $ 695 – US $ 8.626 pada tahun 1993
c) Negara berpenghasilan tinggi (high income economies). Negara dengan GNP lebih dari US $ 8.626 thun 1993
d) Dunia (world) meliputi semua negara di dunia, termasuk negara yang datanya langka atau penduduk kurang dari 1 juta jiwa.

Indikator negara berdasarkan GNP sebenarnya tidak mutlak mencerminkan kemajuan suatu bangsa. Artinya negara dengan GNP tinggi belum pasti negara negara maju. Sebagai contoh Arab Saudi, Chile, Gabon mempunyai GNP tinggi tetapi tidak termasuk negara maju karena secara sosial budaya, teknologi, kesehatan masih rendah. Sebaliknya ada juga negara Eropa yang GNP di bawah negara maju yakni Bulgaria, Romania,Estonia dan lain lain .
Indikator ekonomi dengan GNP ini mempunyai lemahan yakni hanya menghitung kegiatan ekonomi yang melalui pasar. Kegiatan ekonomi subsisten, jasa ibu rumah tangga, atau transaksi barang bekas, kerusakan lingkungan tidak tercakup dengan GNP. Belum lagi GNP tidak selalu menggambarkan pemerataan. Artinya pendapat negara tersebut dihasilkan oleh berapa prosen penduduk.



TUGAS
1. Buat daftar negara-negara Asia dengan GNP nya. Negara mana yang GNPnya tinggi
2. cari data GNP Indonesia sejak tahun 1990 sampai 2000. Bagaimana perkembangannya


2. INDIKATOR SOSIAL
Indikator sosial adalah upaya untuk lebih cermat untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu negara dari berbagai aspek. Indikator sosial mulai memperhatikan bahwa manusia itu sebagai tujuan pembangunan bukan sekedar alat pembangunan. Pendekatan ini sebagai reaksi pada negara yang berhasil dalam pembangunan ekonomi atau fisik, tetapi dilain pihak menimbulkan kesenjangan sosial dan regional, serta meningkatnya pengangguran. Indikator sosial memadukan antara indikator ekonomi dan sosial. Indikator sosial ada 3 jenis yakni
a) Indikator UNRISD (United Nation Research Institute on Soscial Development), meliputi 16 indikator terdiri dari 9 indikator sosial dan 7 indikator ekonomi. Indikator tersebut adalah :
- angka harapan hidup
- persentase penduduk di daerah sebanyak 20.000 jiwa atau lebih
- kosumsi protein hewani per kapita
- persentase tingkat pendidikan dasar dan menengah
- rasio pendidikan luar sekolah
- rata-rata jumlah orang per kamar
- sirkulasi surat kabar per 1000 orang
- persentase penduduk usia kerja dengan kosumsi listrik, gas, air dll
- produksi pertanian per pekerja pria di sektor pertanian
- persentase tenaga kerja pria dewasa di sektor pertanian
- kosumsi listrik per kapita
- kosumsi baja per kapita
- kosumsi energi, ekuivalen dengan Kg batubara per kapita
- persentase sektor manukfaktur dalam GNP
- perdagangan luar negeri per kapita
- persentase penerima gaji dan uopah trhadap angkatan kerja.

b) Indikator Indeks Mutu Hidup (PQLI)
Indeks mutu hidup diperkenalkan oleh Morris sebagai Physical Quality Life Index (PQLI) yang selanjut disebut indeks Mutu Hidup (IMH). Indeks Mutu Hidup menggunakan 3 indikator yakni :
1) harapan hidup pada usia satu tahun
2) angka kematian,
3) tingkat melek huruf.
Untuk masing-masing Indikator diberi skala 1- 100, dimana skala 1 jika kinerja terjelek dan 100 jika kinerja terbaik.
Sebagai contoh IMH Propinsi di Indonesia th 1971-1990
Propinsi IMH 1971 IMH 1980 IMH 1990 Kenaikan/th
1. DI Aceh 50 64 78 2,4 %
2 Sumut 56 68 79 1,6 %
3.Sumbar 50 57 75 2,2
4.Riau 54 59 77 1,9
5.Jambi 44 56 74 2,8
6.Sumsel 47 64 75 2,5
7.Lampung 48 63 75 2,4
8.Bengkulu 46 59 75 2,6
9. DKI 54 72 86 2,5
10. Jabar 43 53 68 2,4
11 Jateng 42 59 73 3,0
12 DIY 41 69 80 3,6
13 jatim 44 57 72 2,6
14 Kalbar 42 51 67 2,5
15 Kalteng 53 63 79 2,1
16 Kalsel 48 57 69 1,9
17 Kaltim 52 62 79 2,2
18 Sulut 62 69 80 1,4
19 Sulteng 49 56 69 1,8
20 Sulsel 38 54 71 3,3
21 Sultra 36 54 70 3,6
22 Bali 42 59 76 3,2
23 NTB 30 31 47 2,4
24 NTT 45 51 68 2,2
25 Maluku 51 57 74 2,0
26 Papua - 51 64 -
Indonesia 45 57 73 2,6

Dari tabel di atas diketahui bahwa IMH yang tinggi adalah propinsi di Pulau Jawa dan propinsi yang dekat dengan Jawa seperti Bali, lampung dan Benngkulu. Untuk Indonesia terjadi peningkatan IMH dari 45 tahun 1971 menjadi 73 tahun1990, atau rata-rata 2,6 %. Tetapi untuk ranking ASEAN, Indonesia masih yang terendah dibandingkan negara-negara ASEAN.
c). Human Development Index (HDI)
Idikator lain yang digunakan UNDP (United Nations Development Program) baik di negara maju dan negara berkembang adalah Human Development Index (HDI). Pembangunan suatu negara apapun bentuknya baik ekonomi maupun fisik akan bermuara pada peningkatan kualitas hidup manusia itu sendiri. Untuk itu HDI mempunyai indikator :
1)Angka harapan hidup
2) persentase penduduk yang melek huruf dan rata-rata tahun sekolah
3) pendapatan per kapita

Dari ketiga indikator tersebut, suatu negara diberi skala 0,0 – 1,0, kemudian berdasarkan nilai HDI dibuat 3 tiga kelompok negara yakni :
1) negara dengan pembangunan manusia yang rendah jika HDI antara 0,0- 0,50
2) negara dengan pembangunan manusia menengah jika HDI 0,51 – 0,79
3) negara dengan pembangunan manusia yang tinggi jika HDI 0,80 – 1,0

Contoh HDI untuk beberapa negara berkembang th 1991-1992
Negara Nilai HDI Ranking HDI Ranking GNP Ranking GNP-
Ranking HDI
Costarica
Brunai
Columbia
Srilanka
China
Indonesia
Guyana
Gabon
Madagaskar
Ethiopia 0,848
0,829
0,813
0,665
0,644
0,586
0,580
0,525
0,396
0,249 39
44
50
90
94
105
107
114
131
161 75
29
91
128
143
121
151
42
162
171 36
-15
41
38
49
16
44
-72
31
10

Ranking HDI tidak selalu seimbang dengan ranking GNP. Sebagai contoh Brunai dan Gabon dimana rangking HDI dibawah ranking GNP, artinya negara tersebut mempunyai per kapita yang tinggi, tetapi pembangunan manusia masih tertinggal misalnya tingkat kematian tinggi, angka buta huruf tinggi dan sebagainya.


TUGAS
1. Buatlah ranking HDI untuk kota atau kabupaten di daerahmu. Termasuk kriteria mana pembangunannya
2. Cari angka harapan hidup di kota atau kabupaten di Indonesia. Berapa rata-ratanya.


C. PERBANDINGAN MODEL PEMBANGUNAN DI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Sebagian besar negara-negara di dunia sekitar 180 negara, 75 % adalah termasuk negara berkembang. Dari berbagai indikator baik ekonomi maupun sosial, negara berkembang sendiri terjadi variasi yang sangat beragam dari yang sangat miskin sampai yang mendekati negara maju. Tetapi negara berkembang mempunyai ciri-ciri seperti
1) perspektif kesejarahan sebagian besar adalah bekas negara jajahan;
2) tingkat kehidupan yang rendah baik pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya;
3) secara demografis negara berkembang mempunyai jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, rasio ketergantungan yang tinggi, kepadatan penduduk tinggi;
4) ketergantungan pada sektor primer yang tinggi;
5) tergantung dan rentan dalam hubungan internasional;
6) Sebagian besar negara berkembang terletak di benua Asia, Afrika, Amerika latin atau sebelah selatan garis Katulistiwa sehingga hubungan dengan negara maju muncul istilah dialog utara- selatan.

Sebaliknya negara maju mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
1) Mempunyai GNP cukup tinggi
2) Basis ekonomi dari sektor Industri atau jasa
3) Adopsi teknologi maju
4) Bersikap terbuka terhadap hal yang baru
5) Kualitas hidup tinggi (kesehatan, pendidikan, penghasilan dll)
6) Produktivitas tinggi
7) Konsentrasi penduduk di kota
8) Jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan pertumbuhan penduduk relatif kecil/rendah






Gambar 04.02 Pertanian di Negara Maju Gambar 04.03 Pertanian di Negara Berkembang


Kondisi negara maju berbeda dengan negara berkembang dalam berbagai aspek yakni kondisi geografis, sejarah, sosial-budaya, iklim, demografis dan sebagainya. Hal ini menjadikan perbedaan perkembangan atau pembangunan wilayah negara maju dan negara berkembang. Sebagai pembanding kita lihat kondisi geografis negara maju, yang termasuk negara maju adalah negara-negara di Eropa, Amerika Utara, Australia dan Jepang. Selebihnya termasuk negara berkembang.

1. NEGARA MAJU DI EROPA
Lihat peta Eropa. Regionalisasi negara di benua Eropa dapat berdasarkan beberapa kriteria yakni :
a). letak geografis Eropa terbagi menjadi :
Eropa Utara meliputi : Finlandia, Swedia, Norwegia, Denmark, Iceland
Eropa Timur meliputi :Estonia, Latvia, Polandia, Ceko, Hungaria, Slovenia, Serbia, Rumania dll.
Eropa Tengah : Swiss, Austria, Leichtenstein,
Eropa Selatan : Portugal, Italia, Spanyol, Monaco, Vatikan, Malta, Yunani, Albania. Daerah ini juga disebut daerah Mediternia karena pengaruh Laut Tengah
Eropa Barat : Inggris, prancis, Jerman, Belanda, Belgia, Luxemburg, Irlandia.

b). Orientasi politik, peta Eropa dapat dikelompokkan menjadi negara-negara liberal yakni negara-negara di Eropa barat, dan negara eks komunis di Eropa timur seperti Polandia, Ceko, Rumania dan Rusia.
c). Sosial ekonomi : negara-negara Eropa barat yang liberal kondisi masyarakatnya lebih maju daripada Eropa Timur yang komunis.

a) Kondisi Fisik Benua Eropa
Bentuk benua Eropa paling tidak kompak dibanding benua lain, artinya benua Eropa banyak mempunyai teluk dan semenanjung yang besar dengan pulau besar kecil disekitarnya. Semenanjung tersebut adalah 1) Semenanjung Skandinavia (Norwegia, Finlandia, Swedia); 2) semenanjung Denmark (Denmark); 3) semenanjung Balkan (Yugoslavia, Rumania, Yunani, Albania); 4) semenanjung Itali (Italia, Vatikan, San marino); 5) semenanjung Iberia (Spanyol, Potugal, Andora). Batas benua Eropa di sebelah selatan adalah Laut Tengah dan Danau Laut Hitam; sebelah barat Samudra Atlantik; sebelah utara kutub utara; sebelah timur benua Asia.

Benua Eropa adalah benua terkecil dengan seluruhnya terletak di sebalah utara garis katulistiwa. Luas Eropa 27,27 juta Km2 atau 5,5 x luas Indonesia. Benua ini dihuni oleh sekitar 43 negara, sebelum negara-negara eks komunis pecah hanya ada 33 negara di Eropa. Luas masing-masing negara di eropa sangat bervariasi dari yang sangat luas seperti Rusia sampai negara yang sangat kecil di sini seperti Vatikan (0,44 Km2), Monaco (1,96 Km2), Andora (468 Km2). Negara-negara kecil tersebut berdiri sendiri karena mempunyai status istimewa (pusat agama atau kerjaaan) yang secara ekonomi mungkin tidak mampu swadaya, artinya penduduk harus bekerja di luar negaranya.
Tabel 3. luas beberapa negara Eropa dan data jumlah penduduk th 2002
Negara Luas (Km2) Jumlah penduduk
(Juta ) kepadatan
1.Rusia
2.Perancis
3.Swedia
4.Jerman
5.Andora
6.Monaco
7.Vatikan 17..075.400
543.965
449.954
457.040
468
1,96
0,44 143,5
59,5
8,9
82,4
0,07
0,03
0,01 8,4
110
19
240
135
15.000
2.300


Benua Eropa sebenarnya merupakan kesatuan daratan dari benua Asia. Tetap Eropa dapat dipandang sebagai benua tersediri karena berbagai faktor yakni :
 Sebagai ras tersendiri yakni ras kaukasoit (ras Asia mongolid)
 Adanya Pegunungan Ural yang efektif memisahkan dengan Asia
 Gaya hidup tersendiri sperti : pola pikir yang rasional, mobiltas tinggi, urbanisasi yang tinggi, pendidikan yang tinggi, sebagian besar penduduk bekerja disektor Industri atau jasa.
 Banyaknya negara di Benua Eropa (43 negara)

Kondisi iklim Eropa dipengaruhi oleh letak lintang, morfologi, bentuk wilayah dan luas. Berdasarkan pengaruh tersebut ada 4 masa udara yang mempengaruhi iklim di Eropa yakni :
 Masa udara Atlantik, dari arah barat bersifat hangat sampai panas
 Masa udara laut tengah, dari selatan bersifat musim dingin sejuk, musim panas hangat. Akibatnya daerah Mediteran ini sering terjadi kebakaran hutan.
 Masa udara daratan Asia, dari arah timur bersifat dingin dan kering. Suhu di sini sangat ekstrim (-40 C) di Eropa timur (Siberia).
 Masa udara polar, dari arah utara bersifat dingin dan basah
Karena pengaruh masa udara Atlantik yang hangat sampai panas, pelabuhan di Inggris dan Norwegia tidak pernah membeku, padahal pada garis lintang yang sama mengalami pembekuan. Dengan kata lain di darat terjadi pembekuan tetapi di laut tidak terjadi pembekuan pada waktu sama. Masa udara Atlantik inilah yang terbanyak menyebabkan curah hujan di Eropa yakni di Eropa barat seperti Skotlandia, Irlandia, Norwegia.

b) Kondisi sosial ekonomi Eropa
Kemajuan negara-negara Eropa tidaklah merata. Negara-negra Eropa barat sepert Inggris, Belanda, Perancis, Jerman lebih maju daripada negara lann. Sebaliknya negara-negara Eropa Timur paling teringal dari negara Eropa yang lain. Di negara-negara Eropa barat dan Italia telah berkembang Industri dan jasa dengan teknologi tinggi. Sedangkan di eropa timur masih mengandalkan sektor primer (pertanian dan tambang).
Eropa adalah negara yang kaya sumberdaya alam seperti batubara dan bijih besi adalah penghasil terbesar di dunia. Selain itu Benua Eropa juga juga menghasilkan minyak, tembaga, Manga, nikel, merkuri dan lain-lain. Kekayaan mineral Benua Eropa karena adanya lapisan perisai tua (acient shield) di kawasan Rusia. Lapisan perisai tua di dunia ini hanya ada lima tempat salah satunya di Papua, maka penjajah enggan melepaskan Papua dibanding daerah lain.
Keberhasilan industri di Eropa karena didukung oleh adanya sumber energi (batu bara, minyak) dan bahan baku seperti bijih besi, kayu, dan berbagai mineral lain. Kota industri berkembang di daerah dekat pelabuhan. Segala macam industri dari yang berat sampai yang ringan terdapat di sini. Eropa adalah kawasan industri terbesar di dunia. Dari sepuluh negara industri terbesar di dunia, enam diantaranya adalah di Eropa seperti Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Polandia, dan Rusia.
Keberhasilan pembangunan negara-negara Eropa barat ini dipengaruhi oleh banyak faktor yakni :
1) aspek letak yang strategis yakni sebagai pintu gerbang laut ke benua Eropa;
2) kekayaan alam mineral dan tambang di kawasan ini;
3) kekayaan hasil penjajahan negara lain di Asia dan Afrika.
4) Sikap pioner penduduk yang selalu ingin maju
5) penguasaan teknologi mereka yang tingi
Orang Eropa adalah pionir untuk berbagai penemuan, baik penemuan daerah baru untuk dijajah maupun penemuan ilmiah atau teknologi. Kepeloporan bangsa Eropa inilah yang menjadikan Eropa sebagai pusat peradaban dunia, kemudian diikuti oleh Amerika dan Jepang.
Pada mula pembangunan Eropa dipengaruhi oleh oreitasi politik (komunis dan liberal), kemudian dengan runtuhnya Rusia sebagai negara komunis, maka negara komunis yang lain beralih menjadi negara demokrasi dan liberal. Pada saat itu pembangunan ekonomi di Eropa untuk kepentingan masing-masing negaranya sendiri. Akibatnya persaingan dan timbul kesenjangan antara negara satu dengan negara lain. Sekarang masyarkat Eropa mulai bangkit kesadarannya untuk membangun Eropa bersama yang terwujud dalam Masyarakat Ekonomi Eropa. Bahkan berusaha untuk menggunakan mata uang yang sama. Tetapi hal ini masih menghadapi tantangan karena Inggris lebih bangga dengan mata uangnya (pound sterling). Kerjasama ekonomi regional masyarakat Eropa, mengilhami blok-blok ekonomi regional di kawasan lain seperti APEC (negara di sekitar Pasifik), NAFTA(negara di Amerika Utara), AFTA (negara ASEAN), dan lain lain .
Model pembangunan wilayah di Eropa berbeda-beda negara satu dengan lainnya. Contohnya Inggis mengembangkan perdagangan global, maksudnya Inggris mengembangkan pasar bebas dengan mendorong ekspor. negara seperti Indonesia terbuka untuk Penanaman Modal Asing (PMA). Sektor unggulan (industri dan jasa) didorong, tetapi kebutuhan lain cukup impor dari luar negeri terutama untuk hasil pertanian. Dengan kata lain tidak semua kebutuhan penduduk harus dicukupi dari dalam negeri, jika impor dari luar lebih menguntungkan lebih baik impor. Mitra dagang utama Inggris adalah negara-negara persemakmuran dan Amerika, bahkan sudah menguasai pasar dunia.
Lain dengan Perancis. Negara ini mengembangkan ekonomi berimbang. Artinya di samping mengembangkan industri juga mengembangkan sektor pertanian. Pertanian di Perancis berkembang pesat karena Perancis mempunyai lahan yang luas dan subur. Setalah Perang Dunia II, metode pertanian di Perancis berkembang pesat. Pertanian sangat intensif dan efisien, dengan penguasaan luas lahan minimum 20 ha. Negara lain yang maju bidang pertanian adalah Finlandia dan Norwegia yang kaya akan hasil hutan.
Belanda yang mempunyai luas terbatas, dengan teknologinya berhasil memperluas wilayah dengan cara membendung laut (teluk) seluas 1.150 Km2. Daratan hasil reklamasi yang berada di bawah permukaan laut dapat digunakan untuk permukiman atau pertanian dengan dengan membuat tanggul-tanggul dengan pompa air. Negeri ini sangat handal dengan teknik hidrologinya, sehingga tenaga ahlinya banyak menjadi konsultan di mana-mana termasuk Indonesia. Belanda sebenarnya bukan negara kaya, tetapi hasil penjajahan di berbagai negara menjadikan Belanda negara maju di Eropa. Pertanian di sini meskipun sempit tetapi cukup maju. Dengan teknologi rumah kaca, mereka berhasil ekspor hasil pertanian ke luar negeri seperti sayuran,bunga, dan lain lain. Denga teknologinya pula Belanda mampu mengembangkan tanaman tropis yang seharusnya tidak dapat hidup di daerah itu. Belanda telah membuktikan paham posibelisme yakni manusia dengan teknologinya mampu menguasai alam.

C) Kondisi Demografis Eropa
Penduduk Eropa adalah yang termaju di dunia dalam bidang pendidikan dan penguasaan teknologi. Penduduk yang melek huruh telah mencapai 90 %. Wajib belajar telah sampai 15-16 tahun. Di sini banyak universitas tua yang terkenal dan menjadi kiblat ilmu pengetahuan dan teknologi dunia seperti Universitas Cambridge, Oxford, Edinburg, ITC.
Distribusi penduduk Eropa terpusat pada daerah perkotaan atau dataran rendah. Daerah dengan iklim yang keras atau topografi yang kasar mempunyai kepadatan penduduk yang rendah (kurang 20 jiwa/Km2). Sebaliknya pada daerah pusat industri dan pertambangan, kepadatan penduduk sangat tinggi. Jadi persebaran penduduk Eropa dipengaruhi oleh kondisi iklim, Topografi, dan aktivitas ekonomi.
Menurut ciri fisiknya bangsa Eropa dapat dikelompokkan dalam beberapa suku bangsa seperti bangsa Nordik yang berambut pirang dan kasar (orang Norwegia, Swedia, Jerman). Bangsa Dinara berambut gelap (orang Rumania, Yugoslavia). Bangsa Mediterania bertubuh pendek dan kulit agak kekuning-kuningan (orang Yunani, Malta). Bangsa Slavia mencakup orang Rusia, Polandia, Ceko dan eropa timur lain. Percampuran berbagai macam suku telah melahirkan suku lain seperti keltik, anglo-saxon. Mobiltas penduduk Eropa sangat tinggi, artinya mereka dengan mudah dapat berpindah atau bekerja di luar negeri.
Agama mayoritas penduduk Eropa adalah kristen Katholik Roma yang berada di Eropa barat, selatan dan tengah. Protestan kebanyakan di Eropa utara Skandinavia, Finlandia, Jerman dan sebagian Belanda. Eropa timur yang komonis melarang ajaran agama, tetapi penduduk tetap ada yang beragama Katholik, Protestan atau Islam. Bagian tenggara Eropa agama Islam cukup banyak (Turki, Albania, Yugoslavia).

TUGAS
1) Buat daftar negara maju di dunia
2) Buatlah sketsa Eropa dan 4 masa udara yang mempengaruhi iklim di Eropa


2. MODEL PEMBANGUNAN DI AMERIKA SERIKAT
a. Regionalisasi benua Amerika
Benua Amerika secara umum terbagi menjadi 4 bagian yakni :
- Amerika Utara : terdiri dari Amerika Serikat, Canada,
- Negara di kepulauan Karibia seperti Barbados, Jamaika, Dominika, Grenada, Haiti dan sebagainya.
- Amerika tengah: terdiri dari Panama, Mexico,Honduras, Elsavador, Guatemala, Costarica, Belize, Nicaragua, Cuba dan sebagainya.
- Amerika selatan : terdiri dari Brasil, Venesuela, Colombia, Argentia, Peru, Uruguay, Paraguay dan sebagainya. Amerika selatan disebut Amerika latin karena pengaruh dari budaya Spanyol-Portugis sangat kental di sini.

Negara di Amerika Utara lebih kaya daripada Amerika Selatan. Hal disebabkan beberapa faktor yakni :
- Potensi sumberdaya alam di Amerika Utara lebih kaya daripada Amerika Selatan, karena di Amerika Utara terdapat lapisan perisai tua (acient sheild).
- Terdapatnya tanah subur yang luas di bagian utara cocok untuk pertanian. Tanah subur ini karena endapan lumpur dan morena.
- Kondisi di Amerika Utara lebih baik dan memungkinkan transportasi laut, sungai, danau dapat dihubungkan dengan terusan (kanal).
- Orang-orang Eropa yang datang di Amerika Utara adalah orang-orang (Inggris, Perancis, Jerman, Belanda) yang mencari kebebasan ideologi. Mereka pada umumnya lebih maju dan mempunyai semangat tinggi. Sedangkan yang datang di Amerika Selatan (Spanyol dan Portugis) adalah para petualang, pedagang, tentara yang mencari emas atau perak.

b. Letak geografis Amerika Serikat
Dari banyak negara di benua Amerika, hanya Amerika Serikat dan Canada yang termasuk negara maju. Selebihnya adalah negara berkembang. Posisi Amerika Serikat sangat strategis karena dekat dengan Eropa dan Asia. Amerika Serikat termasuk tiga kutub pasar dunia yakni Eropa, AS, dan Asia timur (Jepang).
Amerika Serikat dapat memposisikan dirinya sebagai negara Adidaya berkat kekuatan ekonomi, politik, penduduk, dan militer. Sebagai negara besar, pengaruh AS sangat luas. Tempat-tempat yang strategis dikuasainya seperti terusan Suez, terusan Panama, Afrika Selatan, Singapura dibawah kendalinya.
AS adalah negara kaya sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang tinggi dengan jumlah penduduk yang besar (terbesar ketiga). Dengan luas wilayah 9,371 juta Km2. Bentuk pemerintahan adalah republik federasi dengan 50 negara bagian. Luas wilayah AS sebagian dari membeli dari negara lain seperti Alaskan dari Uni Soviet, Hawai dari Spanyol, Lousiana dari Pernacis.
AS merdeka pada 4 Juli 1776. Pada tahun 1861-1865 terjadi perang saudara antara negara-negara di utara dan selatan. Hal ini disebabkan perbedaan pandangan di utara menganut faham kebebasan-merdeka-persamaan hak (Freedom-Liberty-Egality), sedangkan di selatan mengembangkan praktek berbudakan oleh tuang tanah. Akhirnya dicapai perdamaian dengan menghilangkan diskriminasi ras atau warna kulit.
Secara garis besar kawasan AS secara morfologi dapat terbagi menjadi kawasan timur, kawasan tengah dan kawasan barat. Kawasan timur AS berkembang kota-kota besar seperti Boston, New York, Philadelphia, Washington dan lain lain. Industri maju pesat di sini karena banyak pelabuhan dan sungai yang mendukung transportasi, di samping itu kawasan pariwisata berkembang disini. Kawasan tengah bercirikan daerah pertanian yang luas atau ‘gudang makanan’ dan industri makanan. Di sini berkembang istilah Cotton belt, corn belt, wheat belt, bahkan jagung dan gandum AS sampai di Indonesia. Kawasan barat ditandai dengan daerah yang bergunung-gunung dengan topografi kasar. Potensi daerah ini adalah tambang emas dan perternakan. Industri film dan penerbangan (NASA) dikembangkan di sini karena iklim mendukung (jarang hujan).

TUGAS
1) Lihat peta benua Amerika dan buat regionalisasinya
2) Buat daftar negara-negara Amerika latin

3. Model Pembangunan di Negara berkembang
a. Negara berkembang di Afrika
Benua Afrika adalah benua paling tertinggal dari semua benua di bumi ini. Benua Afrika dengan luas sekitar 39 juta Km2 atau terbesar ketiga setelah Asia dan Amerika ini mempunyai bentuk paling kompak. Benua Afrika dihuni oleh 60 negara. Afrika dilalui oleh garis Khatulistiwa di tengahnya. Karena luasnya daratan, curah hujan tidak sampai di pedalaman maka terbentuklah gurun-gurun yang luas di sini seperti gurun Sahara, gurun Kalahari, gurun Namib dan sebagainya. Hal ini menjadikan Afrika dikenal sebagai benua yang kering, keras atau gersang.
Karakteristik benua Afrika disamping bercirikan gurun, gersang, penduduk ras kulit hitam, penuh pergolakan politik, kemiskinan dan kelaparan dan sebagainya. Rintangan alam yang begitu berat seperti gurun, hutan, sungai besar dan sebagainya,menjadikan penduduk berkelompok dalam suku-suku di Afrika sangat beragam. Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yang bermuara di Mesir, selain sungai lain seperti S.kongo, S. Niger, S.Zambesi dan lain lain . Lembah S. Nil adalah daerah yang subur untuk pertanian.






Gambar 04.04 Gurun di Afrika

Dari negara-negara di seluruh dunia, negara dari Afrika banyak menduduki ranking terbawah dalam per kapita atau kesejahteraannya seperti Ethiophia,Rwanda, Mozambik dan lain lain. Sebenarnya kemiskinan di Afrika bukan hanya karena faktor fisikal daerah saja (Iklim kering, gurun, tanah tidak subur), tetapi lebih disebabkan pertikaian politik yang berkepanjangan. Pergolakan politik dapat terjadidi dalam negeri sendiri antara elit politik, atau dapat juga antar negara satu dengan lainnya. Tingginya intensitas pergolakan politik di Afrika disebabkan oleh banyaknya ras atau suku yang mempunyai budaya berbeda di Afrika; atau karena pengaruh bangsa di luar Afrika seperti Eropa, Cuba (komunis), dan Asia yang berkepentingan untuk menanamkan pengaruhnya di benua ini. Pengaruh orang Asia seperti India dan Arab terjadi Afrika bagian timur dan utara. Pengaruh Eropa dominan di bagian barat dan selatan Afrika. Dari bagian barat Afrika barat inilah lahir perdagangan budak dari Afrika dijual ke Amerika oleh penjajah Eropa.
Sebenarnya benua Afrika kaya akan sumberdaya alam seperti minyak di bagian utara seperti Libia, Mesir, Aljazair, Sudan dan lain lain. Di ujung selatan Afrika seperti Republik Afriak Selatan dan Bostwana adalah negara yang kaya sumberdaya alam emas, intan dan bahan nuklir yang menjadikan negara ini kaya. Afrika kaya akan sumberdaya alam mineral karena termasuk salah satu lempeng tua di dunia. Secara regional negara-negara yang berada di bagian utara dan bagian selatan Afrika lebih maju daripada negara di bagian tengah (tropis).
c) Kondisi kependudukan Afrika
Bangsa Afrika adalah kebalikan dari bangsa Eropa dimana bangsa Eropa telah mengubah atau mengurangi pengaruh alam, bangsa Afrika justru sangat tergantung pada kondisi alam. Jadi bangsa Afrika masih menganut paham determinisme.

TUGAS
1) Lihat peta Afrika, sebutkan negara-negara yang luas dan negera yang kecil di Afrika.
2) Lihat peta, negara mana saja yang di lalui sungai Nil
3) Gurun Sahara meliputi negara mana saja?


D. MODEL PENGEMBANGAN WILAYAH DI INDONESIA

1). Perubahan kebijakan pembangunan ekonomi di Indonesia
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan. Lebih dari 17.500 pulau besar kecil kita miliki, sebagian pulau-pulau kecil tidak berpenduduk. Indonesia mempunyai garis pantai terpanjang di dunia, yakni …….. Km. luas negara Indonesia adalah 5,2 juta km2, terdiri dari 1,9 juta Km2 adalah daratan dan selebihnya adalah laut atau perairan. Jadi 2/3 wilayah Indonesia adalah lautan, di mana potensi kelautan belum banyak digarap.
NKRI adalah negara terbesar ke empat di dunia dari jumlah penduduknya setelah China, India, Amerika Serikat, dan Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yakni 220 juta pada tahun 2005. Keungulan jumlah penduduk yang besar adalah terbukanya peluang pasar (pangsa pasar) yang besar. Amerika dan China sudah menjadi kekuatan ekonomi yang besar di dunia. Indonesia dan India yang belum mampu memanfaatkan keunggulan jumlah penduduk ini. Maka tidak heran jika Jepang atau negara maju lain ingin menjalin kerjasama dengan Indonesia karena melihat pangsa pasar kita yang besar. Lihat saja membanjirnya kendaraan atau elektronik Jepang di Indonesia. Bagi Jepang Indonesia adalah pasar terbesar bagi produk industrinya, bahkan lebih besar daripada pasar di dalam negerinya sendiri (Jepang) untuk kendaraan bermotor. Mengapa bangsa kita tidak dapat menguasai pasar di negera kita sendiri ?
Konsekuensi negara kepulauan adalah terjadinya kemajemukan/keragaman sumberdaya alam, budaya, dan keinginan. Keanekaragaman sumberdaya alam adalah suatu kekayaan, sebaliknya perbedaan budaya atau keinginan adalah suatu tantangan. Semuanya itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk berkembang.

Kebijakan ekonomi Indonesia sejak merdeka telah mengalami banyak perubahan. Pada masa pemerintahan Sukarno (Orde Lama), Indonesia menganut sistem ekonomi tertutup, artinya tidak banyak bantuan dari luar negeri selain China dan Rusia. Orde Lama membangun ekonomi secara berdikari/ swadaya. Perusahaan asing peninggalan penjajah, berusaha dinasionalisasi (dibeli oleh Indonesia). Pertumbuhan ekonomi lambat, bahkan terpuruk dalam krisis ekonomi dan politik yang berakhirnya dengan tergulingnya Sukarno.
Suharto menggantikan Sukarno dengan Orede Baru. Ekonomi dirombak total. Indonesia menjadi negera terbuka bagi modal asing terutama negara maju. Pinjaman luar negeri mengalir ke Indonesia seperti dari IGGI, CGI, IMF, Bank Dunia, dan sebagainya yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara debitor (penghutang) terbesar di dunia selain Korea Selatan, Mexico dan lain lain. Sebenarnya hutang banyak, tidak menjadi masalah jika mampu mengembalikan seperti Korea Selatan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang berkembang pesat dalam kurun waktu 1970 sampai 1990 an. Pertumbuhan ekonomi indikator saat itu di atas negara maju yakni 5-6 % pertahun. Indonesia bersama Malaysia dan thailand diramalkan menjadi negara Indonesia baru. Tetapi tahun 1998 Indonesia dilanda krisis multi dimensional (ekonomi, politik, kepercayaan dan lain lain), Orde Baru tumbang.
Model pembangunan ekonomi Orde Baru menekankan pada substitusi impor, yakni membangun industri yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama ini diimpor. Industri substitusi impor bertujuan untuk menghemat devisa. Di sampinng itu pemerintah mengadakan proteksi/pembatasan industri terhadap penanaman modal asing (PMA) pada bidang pertahanan-keamananm, telekomunikasi, dan sektor publik (liastrik dan air minum). Sebenarnya industri substitusi impor dan kebijakan proteksi adalah ciri-ciri dari sistem ekonomi tertutup. Jadi Orde Baru menggabungkan antara sistem ekonomi terbuka dan ekonomi tertutup.
Berbagai industri dasar seperti pupuk, semen, kimia, mesin, tekstil dan lain lain dibangun dengan bantuan luar negeri. Keberhasilan pembangunan industri justru menjadikan sektor pertanian terabaikan dan mengalami kemerosotan. Swasembada pangan (beras) yang pernah dicapai Indonesia tahun 85 an, tidak dapat dipertahankan. Sekarang Indonesia justru menjadi importir beras terbesar di dunia. Negara dengan basis industri apalagi berorientasi pasar internasional, rentan/mudah dipengaruhi kondisi perekonomian global. Sebagai contoh Indonesia dan Asia tenggara lainnya mengalami krisis ketika harga dolar melambung. Sebenarnya industri berbasis pertanian lebih tahan terhadap goncangan ekonomi global, tetapi sektor pertanian terlanjur ditinggalkan. Sektor pertanian pernah menjadi sektor utama (leading sector) pada awal Pelita kini hanya menjadi sektor pendukung sektor lain.
Model pembangunan Orde Baru banyak meninggalkan masalah seperti kesenjangan regional dan sosial, pengangguran, kemiskinan, dan ancaman disintegrasi. Pemerintah baru di era reformasi mulai menyadari keragaman dan kemajemukan bangsa Indonesia. Akhirnya disusunlah Otonomi Daerah (Otda) sebagai dasar pembangunan. Artinya bahwa inisiatif pembangunan tidak selalu dari atas atau pemerintah(Top-Down planning), tetapi dari bawah atau masyarakat (Bottom-Up planning).
Melihat luas dan beragamnya kondisi wilayah Indonesia, maka pembangunan di Indonesia harus memperhatikan potensi dan aspirasi daerah. Hal ini baru terakomodasi dengan Otonomi Daerah (Otda). Sebelumnya di bawah Orde Baru, model atau kebijakan pembangunan di Indonesia bersifat seragam. Asprasi dan keragaman daerah diabaikan. Kunci keberhasilan pembangunan adalah kerjasama dorongan pemerintah dan partisipasi masyarakat. Otonomi Daerah memberi wewenang lebih luas pada Pemerintah Daerah dalam membangun daerahnya sesuai potensi dan aspirasi masyarakat. Dengan demikian partisipasi masyarakat diharapkan meningkat.
Kebijakan Otonomi Daerah belum berjalan mulus, masih banyak persoalan yang muncul dari kebijakan ini. Masalah pembagian keuangan antara pusat dan daerah masih menjadi kendala utama, belum lagi masalah perbatasan, masalah sumberdaya alam, masalah kesiapan aparatur, masalah teknis dan sebagainya.

2) Model Pengembangan wilayah
Model pengembangan wilayah adalah aplikasi pembangunan ekonomi yang terkait dengan keruangan atau wilayah. Karena luasnya negara Indonesia, dan terbatasnya modal, maka dibuatlah skala prioritas pembangunan. Prioritas ini dapat berupa bidang/sektor tertentu atau wilayah tertentu. Untuk memeratakan pembangunan di Indonesia dibuat empat (4) Wilayah pembangunan yakni :
a) Wilayah Pembangunan A : meliputi Sumut, Aceh, Sumbar, Riau. Dengan pusatnya di Medan
b) Wilayah Pembangunan B : meliputi DKI, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sumsel, Kalbar, Jabar, Jateng, DIY. Dengan pusatnya di Jakarta
c) Wilayah Pembangunan C : meliputi Jatim, Bali, Kalteng, Kaltim, kalsel
d) Wilayah Pembangunan D : meliputi seluruh propinsi di Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, dan Papua.. dengan pusatnya di Makasar.






Gambar 04. 05 Peta wilayah pengembangan di Indonesia

Konsep ini dikenal dengan pusat pertumbuhan dan kutub pertumbuhan, maksudnya agar perkembangan wilayah Indonesia dapat merata. Dari pusat pertumbuhan diharapkan dapat memencarkan pembangunan disekitarnya. Tetapi pada kenyataannya terjadi kesenjangan antar wilayah seperti Jawa dan luar Jawa, atau kota dengan desa, atau kawasan barat Indonesia dengan kawasan timur Indonesia. Jawa berkembang pesat, sedang luar Jawa tertinggal. Begitu juga daerah kota berkembang pesat tetapi daerah perdesaan tertinggal. Ironisnya daerah di laur Jawa memiliki sumberdaya alam yang berlimpah seperti Aceh, Riau, Kaltim dan Papua.
Untuk mengejar ketertinggalan pembangunan, banyak investasi diarahkan ke sini. Pembangunan infrastruktur digalakan, beberapa daerah dimekarkan, baik itu kabupaten bahkan propinsi baru. Pemerintah kemudian memberikan perhatian khusus terhadap Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan membentuk menteri khusus untuk KTI.










Tabel ….. Potensi Sumberdaya alam Kawasan Timur Indonesia
Propinsi Potensi unggulan kawasan andalan
NTB Mutiara
Pariwisata Pantai
Bima
NTT Peternakan Mbay
Papua Tembaga
Emas
Minyak
Hutan Tembagapura
Peg. Jaya wijaya
Sorong
Maluku Perikanan
Mutiara P.Seram
Ambon
Sul.Utara Perkebunan kelapa
Wisata
Panas bumi Pantai Bonaken
Bitung
Manado
Sul. Tengah Perkebunan kelapa
Mineral Batui
Sul. Selatan Industri semen, kerajinan
Pertanian
Pariwisata Makasar
Toraja
Sul.Tenggara Perikanan
Perkebunan
Nikel, aspal Buton
Kolaka
Kendari
Kal.Timur Minyak dan LNG
Hutan
Mineral
Perikanan Samarinda
Balikpapan
Kal. Selatan Kehutanan
Padi
Minreal
Minyak bumi
Industri kayu lapis Martapura
Batu licin
Kal. Barat Kehutanan
Mineral
Minyak dan gas Pontianak
Sintang

Kal. Tengah Hutan dan perkebunan
Padi dan lahan gambut
Mineral DAS Kahayan-Kapuas-Barito
palangkaraya

Di samping itu untuk memacu perkembangan daerah pinggiran yang berbatasan dengan negara lain, dijalin kerjasama ekonomi seperti segitiga Sijori (Singapura-Johor-Riau), kerjasama perbatasan BIMP (Brunai-Indonesia-Malaysia-Philipina) di Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara, AIDA (Australia Indonesia Development Area). Singapura sebagai salah satu pusat perdagangan dunia luasnya terbatas, maka Indonesia membuka Batam yang berbatasan dengan Singapura untuk menampung kegiatan yang tidak tertampung di Singapura. Beberapa fasilitas menarik seperti bebas pajak selama 10 tahun pertama diberikan pemerintah Indonesia. Daerah Tarakan atau Nunukan di Kalimantan lebih banyak interaksinya dengan Sabah Malaysia, daerah Kepulauan Sangihe dan Talaud lebih dekat interaksinya dengan Filiphina daripada dengan Jakarta.


3). Kota Sebagai Pusat Pengembangan Wilayah
Kota adalah suatu wilayah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi daerah sekitarnya (hinterland). Pusat pelayanan dapat diartikan sebagai pusat pemerintahan, pusat ekonomi, pusat budaya, pusat pendidikan dan sebagainya. Sebagai pusat pelayanan, kota harus mampu mengalirkan kemakmuran pada daerah di sekitarnya atau hinterlandnya. Pada era globalisasi, kota bukan hanya pusat pelayanan bagi hinterlandnya tetapi juga sebagai simpul-simpul yang menghubungkan antara luar negeri dengan perdesaan.
Kota ibarat magnet yang menarik penduduk untuk datang ke kota. Revolosi perkembangan kota abad 20 sangat pesat dan menjadikan kota sebagai pusat permukiman penduduk baik di negara maju maupun negara berkembang. Di Indonesia tahun 1970 hanya 17 % penduduk yang tinggal di perkotaan, tahun 2010 diperkirakan hampir 45 % penduduk tinggal diperkotaan.
Yang menarik justru perkembangan penduduk kota di negara berkembang lebih cepat daripada negara maju. Artinya urbanisasi di negara berkembang lebih pesat daripada negara maju. Akibatnya beban kota di negara berkembang lebih berat daripada di negara maju. Dengan demikian kondisi fasilitas perkotaan di negara berkembang sangat kurang memenuhi standar. Masih banyak penduduk kota yang tinggal berjubel di lokasi yang kumuh (slum).






Gambar 04.06 Kota / gedung bertingkat di negara berkembang

Urbanisasi yang tinggi di kota-kota besar banyak menimbulkan masalah bagi kota (dampak negatif), tetapi juga mempunyai dampak positif bagi kota dan hinterlandnya. Dampak negatif urbanisasi (migrasi ke kota) diantaranya adalah 1) berjubelnya penduduk di kota dan pemerintah kota tidak mampu menyediakan fasilitas hunian yang layak sehingga menimbulkan permukiman kumuh (slum), 2) meningkatnya pengangguran di kota, 3) menimbulkan kerawanan sosial seperti kriminal, kemacetan lalu-lintas atau kerusuhan, 4) berkurangnya sumberdaya di desa jika para urbanis adalah orang-orang yang potensial (orang terdidik atau orang yang punya modal). Di samping itu urbanisasi mempunyai dampak posotif yakni 1) ikut menyebarkan kemakmuran bagi desanya dengan mengirim penghasilan ke desa (remiten), 2) urbanis ikut membantu pertumbuhan ekonomi di kota terutama di sektor informal karena mereka banyak yang menjadi Pedagang kaki Lima (PKL) atau jasa lainnya, 3) tersedianya upah tenaga kerja yang murah di kota, 4) ikut menyebarkan ide-ide modernisasi di desa. Selama ini urbanisasi menjadi masalah pro dan kontra di Indonesia.
Perkembangan kota yang pesat terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan sebagainya, atau kota di sekitar kota besar tersebut seperti Tanggerang, Bekasi, Lampung, Sidoarjo, Gresik dan lain lain. Hal ini menunjukan bahwa perkembangan kota besar telah meluap ke kota-kota kecil di sekitarya. Kondisi ini baik untuk menghindari terjadinya penumpukan pada pusat kota saja. Dengan berkembangnya kota-kota kecil di sektar kota besar, berarti telah terjadi efek erembesan kemakmuran (trickle down effect). Hanya efek tersebut belum mencapai daerah perdesaan. Teori efek merembes ke bawah mempunyai model sebagi berikut.
























EVALUASI
I. pilih salah satu jawaban yang palin tepat dengan menyilang a,b,c,d,e
1. Lihat peta dunia. Negara mana yang termasuk negara maju di benua Amerika
a, Amerika Serikat dan Brasil
b, Canda dan Argentina
c, Amerika Serikat dan Canada
d, Brasil dan Mexico.
E, Canad dan Mecixo
2. Negara maju terbanyak terdapat di benua?
a, Asia
b, Amerika
c. Eropa
d, Afrika
e, Australia
3. Negara berkembang mempunyai ciri sebagai berikut kecuali.
a, bekas negara jajahan
b, pertumbuhan penduduk rendah
c, pendapatan perkapita rendah
d, tingkat kematian tinggi
e, ketergantungan pada sektor primer
4. Eropa dapat dipandang sebagai benua tersendiri karena beberapa faktor kecuali
a, mempunyai ras tersendiri
b, mempunyai pendapatan tinggi
c, adanya batas alam berupa peg. Ural yang efektif
d, kebudayaan yang berbeda dengan Asia
5. Negara Eropa yang tergolong kurang maju, terletak pada daerah?
a, Eropa Utara
b, Eropa Selatan
c, Eropa Barat
d, Eropa timur
e, Eropa tengah
5. Semenanjung Eropa yang rawan konflik setelah runtuhnya komunis adalah?
a, Semenanjung Balkan
b, Semenanjung Italia
c, Semenanjung Iberia
d, Semenanjung Finlandia
e, Semenanjung Denmark
6. Daerah Eropa yang rawan kebakaran akibat pangaruh angin panas mediterania adalah ?
a. Inggris dan Belanda
b, Perancis dan spanyol
c, Jerman dan Swis
d, Skotlandia dan Belanda
e, Polandia dan Honggaria
7. Pengaruh ilklim yang bercirikan kering dan dingin dengan musim dingan yang sangat ekstrim terjadi di bagian ……?
a, Eropa Utara
b, Eropa Selatan
c, Eropa Barat
d, Eropa Timur
e, Eropa Tengah
8. Iklim Mediterannia dipengaruhi oleh adanya iklim di……?
a, Asia
b, Samudra atlantik
c, Samudra pasifik
d, Kutub utara
e. Afrika dan Laut Tengah
9. Pengaruh iklim Samudra Atlantik adalah tidak membekunya pelabuhan di…?
a, Inggris dan Norwegia
b, Belanda dan Jerman
c, Italia dan Yugoslavia
d, Swedia
e, polandia
10. Indikator ekonomi GNP mempunyai kelemahan dalam mengukur kesejahteraan penduduk, kecuali…?
a. tidak dapat mengetahui pemerataan kesejahteraan
b. hanya dapat mengukur kegiatan yang melalui pasar
c. tidak dapat mengukur kegiatan ekonomi subsiten
d. jasa ibu rumah tangga tidak terdeteksi
e. banyak dipengaruhi oleh nilai tukar dolar
11. Negara berkembang ada yang mempunyai GNP tinggi, hal Ini disebabkan…?
a. Kekayaan alam yang dimiliki
b.bantuan luar negeri
c. jumlah penduduk yang besar
d. angka harapan hidup yang tinggi
e. angka melek huruf yang tinggi
12. Berikut ini adalah ciri Negara berkembang kecuali ……?
a. tingkat kematian yang tinggi
b. angka harapan hidup tinggi
c. GNP rendah
d. tingkat laterisiasi yang rendah
e. Angka ketergantungan tinggi
13. Negara Eropa barat lebih maju daripada Eropa timur karena
a. Eropa timur negara liberal
b. Eropa barat adalah negara komunis
c. Eropa barat dekat dengan Amerika
d. Eropa barat mempunyai letak strategis
e. Eropa barat negaranya luas
14. Amerika Sekikat menjadi negara adikuasa disebabkan oleh beberapa faktor kecuali ?
a. negara besar
b. jumlah penduduk banyak
c. mempunyai GNP tertinggi
d. kemampuan politiknya
e. kemampuan militernya
15. Amerika utara lebih maju daripada Amerika selatan disebabkan
a. Amerika utara lebih luas
b. Amerika utara beriklim tropis
c. Amerika utara terdiri orang-orang Spanyol dan Portugis
d. Amerika utara banyak sungai besar
e. Orang Amerika utara mempunyai semangat tinggi untuk maju
16. Industri perfilman dan antariksa Amerika terdapat di daerah bagian barat sebab …….?
a. iklim sesuai
b. Lokasi srtategis
c. dekat dengan pelabuhan
d. daerahnya datar
e. daerah padat penduduk
17. kota-kota besar di Amerika Serikat berkembang di daerah…..?
a. pantai barat
b. Pantai timur
c. bagian tengah
d. dekat sungai besar
e. bagian selatan
18. Konsep pembangunan wilayah di Indonesia dengan membuat pusat dan kutub pertumbuhan. Salah satu pusat pertumbuhan ini kecuali…...
a. Jakarta
b. Medan
c. Surabaya
d. Semarang
e. Makasar
19. wilayah pinggiran yang dikembangkan dengan negara tetangga adalah
a. Makasar
b. Balikpapan
c. Medan
d. Gorontalo
e. Batam
20. Otonomi Daerah bertujuan untuk ………
a. sentralisasi kekuasaan
b. desentralisasi kekuasaan
c. dikotomi kekuasaan
d. membagi wilayah
e. menyeragamkan peraturan

II. Berilah jawaban singkat pertanyaan berikut.
1. Mengapa benua Eropa dapat dipandang sebagai benua tersendiri?
2. Buktikan bahwa orang Eropa menganut paham posibelisme ?
3. Inggris menggunakan pembangunan ekonomi global apa maksudnya?
4. Perancis mempunyai pertanian yang maju, mengapa demikian?
5. Negara Eropa timur lebih terbelakang daripada Eropa barat, apa sebabnya?
6. Apa sebab negara-negara di Afrika banyak yang mengalami kemiskinan ?
7. mengapa negara-negara di Afrika bagian selatan dan utara lebih maju daripada yang di tengah benua Afrika?
8. mengapa Indonesia perlu membentuk menteri khusus untuk wilayah Indonesia timur
9. Pembangunan di Indonesia terjadi kesenjangan regional. Jelaskan kesenjangan yang terjadi
10. mengapa indikator ekonomi (GNP) paling banyak digunakan untuk mengukur kemajuan pembangunan suatu negara

No comments:

Post a Comment